Seorang anak laki-laki yang terlahir di generasi 90-an dan besar di suatu tempat dipinggiran jakarta,anak laki-laki itu di besarkan dan di didik untuk menjadi seorang yang sukses mungkin itu keinginan kedua orang tuanya tapi anak laki laki itu sangat malas untuk belajar,mungkin untuk kepentingan dirinya saja ia malas mementingkan untuk bermain dari pada belajar.mungkin dia sedang mencari jati dirinya,dia mempunyai keluarga yg sangat mementingkan pendidikan ya orang tuanya jelas tidak mau melihat anaknya gagal.
Anak laki-laki itu mempunyai sahabat-sahabat yang kalo dibilang sangat asyik dimana saat anak laki-laki itu terpuruk sahabatnya yang dapat menghibur dia ya walaupun anak laki-laki ini punya bacot yg terbilang kasar terhadap sahabat-sahabatnya tapi semua itu termasuk bercanda sebenernya anak laki-laki itu sangat menyayangi sahabat-sahabatnya sehingga sampai-sampai di enggan kehilangan sahabatnyatu
Laki-laki itu sedang menempuh pendidikan S1 di suatu PTS di jakarta dia mengambil jurusan Hubungan internasional entah apa yg dipikirkan laki-laki itu saat mengambil jurusan HI padahal ia kurang pandai dalam berbahasa asing ya mungkin kalo dibilang salah jurusan dia salah dalam mengambil jurusan lantaran keinginan orang tuanya jadi ia tidak bisa berbuat apa-apa tapi ia sedang berjuang dalam mempelajari bahasa asing walaupun sedikit malas dalam memperjuangkannya.
Hobi anak laki-laki itu bermain sepak bola,sejak duduk dikelas 5 SD di sudah dimasukan sekolah sepak bola oleh orang tuannya semenjak masuk di jenjang SMP dia mulai berhenti dari sekolah sepak bola mungkin laki-laki itu sudah mengenal apa itu rokok dan apa itu alkohol dia sudah mulai mencoba-coba.
Sekarang anak laki-laki itu sedang menjalani kehidupan abstraknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar